Pertemuan 12 (Reaksi asam basa menurut arhenius, Brownsted lowry dan Lewis, Reaksi subsitusi SN1 dan SN2)
Konsep Reaksi Asam-Basa Menurut Arhenius, Brønsted-Lowry, dan Lewis
Arhenius yaitu:
1. Menurut teori Arhenius: asam adalah zat yang menghasilkan ion hidrogen (H+) dalam larutan, sedangkan basa menghasilkan ion hidroksida (OH-).
2. Menurut Brønsted-Lowry:Menurut teori Brønsted-Lowry, asam adalah zat yang dapat mendonorkan proton (H+), sedangkan basa adalah zat yang dapat menerima proton.
3. Menurut Lewis:Menurut teori Lewis, asam adalah zat yang dapat menerima sepasang elektron, sedangkan basa adalah zat yang dapat menyumbangkan sepasang elektron.
Kesetimbangan Reaksi Asam-Basa
Kesetimbangan reaksi asam-basa terjadi ketika laju reaksi pembentukan ion hidrogen (H+) sama dengan laju reaksi pembentukan ion hidroksida (OH-). Ini menghasilkan larutan yang bersifat netral.
Reaksi Substitusi dan Eliminasi
1. Reaksi Substitusi: Merupakan reaksi di mana satu atau lebih atom atau gugus fungsi digantikan oleh atom atau gugus fungsi lain di dalam suatu molekul.
2. Reaksi Eliminasi: Merupakan reaksi di mana suatu molekul kehilangan atom atau gugus fungsi tertentu, seringkali bersamaan dengan pembentukan ikatan rangkap ganda atau cincin.
Reaksi Substitusi SN1 dan SN2
1. SN1: Merupakan reaksi substitusi nukleofilik unimolekuler di mana laju reaksi ditentukan oleh pembentukan ion karbokation.
2. SN2: Merupakan reaksi substitusi nukleofilik bimolekuler di mana laju reaksi ditentukan oleh serangan nukleofilik yang terjadi pada saat yang sama dengan pemecahan ikatan yang terjadi.
Mekanisme Reaksi SN1 dan SN2
1. Mekanisme SN1: Melibatkan pembentukan ion karbokation sebagai langkah penentu laju, diikuti oleh serangan nukleofilik pada ion karbokation tersebut.
2. Mekanisme SN2: Melibatkan serangan nukleofilik yang terjadi secara langsung pada molekul substrat, sementara terjadi pemecahan ikatan dengan keluarnya gugus yang digantikan.
Reaksi Eliminasi E1 dan E2
1. E1: Merupakan reaksi eliminasi unimolekuler di mana laju reaksi ditentukan oleh pembentukan ion karbokation.
2. E2: Merupakan reaksi eliminasi bimolekuler di mana laju reaksi ditentukan oleh keberadaan basa yang kuat dan substrat yang sesuai.
Mekanisme Reaksi E1 dan E2
1. Mekanisme E1: Melibatkan pembentukan ion karbokation sebagai langkah penentu laju, diikuti oleh penghapusan gugus fungsi tertentu untuk membentuk ikatan rangkap ganda.
2. Mekanisme E2: Melibatkan serangan basa pada atom hidrogen yang bersebelahan dengan gugus yang akan dieliminasi, sementara terjadi pemecahan ikatan dengan keluarnya gugus yang dieliminasi.
Komentar
Posting Komentar