Pertemuan 13 (reaksi adisi dan penataan ulang)
Contoh: Pembentukan Senyawa Asam Asetilsalisilat (Aspirin)
Mekanisme reaksi adisi dapat dilihat dalam pembentukan asam asetilsalisilat, yang lebih dikenal dengan nama dagangnya, aspirin.
Mekanisme:
Pembentukan Asam Salisilat: Salisilat (asam 2-hidroksibenzoat) bereaksi dengan anhidrida asetat untuk membentuk asam asetilsalisilat.
Salisilat + Anhidrida Asetat -> Asam Asetilsalisilat + Asam Asetat
Penggunaan Obat: Asam asetilsalisilat kemudian digunakan sebagai obat antiinflamasi, analgesik, dan antipiretik.
Mekanisme reaksi ini melibatkan adisi pada gugus hidroksil salisilat oleh gugus asetat dari anhidrida asetat, membentuk ikatan ester dan menghasilkan asam asetilsalisilat.
2. Reaksi penataan ulang adalah jenis reaksi kimia di mana ikatan atom dalam molekul diubah untuk membentuk struktur yang berbeda. Dalam konteks obat, koordinasi ulang dapat terjadi dalam sintesis senyawa-senyawa yang penting dalam pengembangan obat. Berikut adalah contoh proses pengaturan ulang dan mekanismenya dalam obat:
Contoh: Reaksi Penataan Ulang dalam Pembentukan Metamfetamin
Mekanisme aksi pengaturan ulang dapat dilihat dalam pembentukan metamfetamin, yang merupakan obat stimulan yang digunakan untuk pengobatan medis, namun juga dapat disalahgunakan.
Mekanisme:
Pembentukan Prekursor: Senyawa prekursor seperti pseudoefedrin mengalami reaksi dengan iodin dan fosfor merah, menghasilkan senyawa antara.
Reaksi Penataan Ulang: Senyawa antara kemudian mengalami proses penataan ulang menjadi metamfetamin.
Mekanisme proses penataan ulang dalam kasus ini melibatkan perubahan struktur molekul dari senyawa prekursor menjadi senyawa metamfetamin melalui serangkaian reaksi kimia yang kompleks.
Komentar
Posting Komentar